Bahan-Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Eksfoliasi Kulit

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Eksfoliasi merupakan salah satu langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati, mencerahkan kulit, dan mempersiapkan kulit untuk menyerap produk perawatan lainnya dengan lebih baik. Salah satu cara paling populer adalah dengan menggunakan scrub atau butiran kasar yang digosokkan pada kulit dengan harapan dapat membersihkan kotoran hingga lapisan lebih dalam.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua bahan eksfoliasi diciptakan sama. Melansir Healthline, beberapa bahan yang populer digunakan untuk eksfoliasi ternyata justru dapat merusak kulit jika digunakan secara tidak tepat. Lebih jelasnya, berikut ini beberapa bahan yang sebaiknya tidak digunakan untuk eksfoliasi.

1. Gula

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Eksfoliasi dengan gula sering kali dianggap sebagai solusi alami yang aman. Namun, butiran gula cenderung memiliki tepi yang tajam dan tidak merata yang dapat menyebabkan iritasi dan mikro-luka pada kulit. Meskipun gula dapat larut dalam air dan terasa lebih lembut saat digunakan, risiko kerusakan kulit tetap ada, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau kondisi kulit tertentu.

2. Beads (Butiran Plastik)

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Butiran plastik atau microbeads pernah populer digunakan dalam produk eksfoliasi karena bentuknya yang bulat dianggap lembut di kulit. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa microbeads ini tidak hanya merusak lingkungan karena tidak dapat terurai, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi kulit. Banyak negara telah melarang penggunaan microbeads dalam produk kosmetik, sehingga penting untuk memeriksa label produk dan menghindari bahan ini.

3. Kulit Kacang

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Beberapa produk eksfoliasi menggunakan kulit kacang yang dihancurkan sebagai bahan abrasif. Meski terdengar alami, partikel kulit kacang ini sering kali memiliki tepi yang kasar dan tidak merata. Ini dapat menyebabkan luka mikro pada kulit, yang bisa mengakibatkan iritasi, peradangan, dan bahkan memperburuk kondisi kulit seperti jerawat.

4. Mikroba

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Istilah mikroba dalam konteks ini sering merujuk pada bahan-bahan eksfoliasi alami yang terlalu keras bagi kulit, seperti kulit kacang atau biji aprikot yang telah disebutkan sebelumnya. Penggunaan bahan-bahan ini dapat menyebabkan kerusakan mekanis pada kulit karena teksturnya yang kasar dan tidak merata.

5. Garam Kasar

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Eksfoliasi menggunakan garam kasar juga sering dianggap sebagai metode alami yang efektif. Namun, garam kasar memiliki butiran yang tajam dan kasar yang dapat dengan mudah merusak kulit, terutama kulit wajah yang lebih halus dibandingkan dengan kulit tubuh. Selain itu, jika ada luka atau iritasi pada kulit, garam dapat menyebabkan rasa perih dan memperburuk kondisi tersebut.

6. Baking Soda

Bahan yang Sebaiknya Tidak Digunakan saat Eksfoliasi
Ilustrasi/Freepik.com

Baking soda sering direkomendasikan sebagai bahan eksfoliasi DIY (Do It Yourself) karena sifat abrasifnya yang lembut. Namun, baking soda memiliki pH yang sangat tinggi (basa), yang dapat mengganggu keseimbangan pH alami kulit. Penggunaan baking soda secara teratur dapat merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kulit kering, iritasi, dan meningkatkan risiko infeksi.

Eksfoliasi adalah bagian penting dari perawatan kulit, namun pemilihan bahan yang tepat sangatlah krusial. Penggunaan bahan-bahan yang terlalu abrasif seperti gula, beads plastik, kulit kacang, garam kasar, dan baking soda dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada manfaat. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan iritasi, mikro-luka, dan gangguan pada keseimbangan pH kulit, yang pada akhirnya dapat memperburuk kondisi kulit.

Sebagai gantinya, pilihlah bahan eksfoliasi yang lebih lembut dan aman, seperti asam alfa-hidroksi (AHA) atau asam beta-hidroksi (BHA) yang dapat memberikan eksfoliasi kimiawi tanpa menyebabkan kerusakan mekanis pada kulit. Bahan-bahan ini bekerja dengan cara melarutkan ikatan antar sel kulit mati, sehingga dapat diangkat dengan mudah tanpa menggosok kulit secara berlebihan. Jika ingin produk yang aman terpercaya, gunakan Energizer Facial Wash 3 in 1 dari MS GLOW FOR MEN. Selain untuk cuci muka, MsBro juga bisa menggunakan sebagai scrub.

Selain itu, selalu ingat untuk melakukan patch test sebelum mencoba produk baru dan gunakan pelembap setelah eksfoliasi untuk menjaga kelembapan kulit. Dengan pemilihan bahan eksfoliasi yang tepat dan perawatan yang konsisten, MsBro dapat mencapai kulit yang lebih cerah, halus, dan sehat tanpa risiko iritasi atau kerusakan. Jaga kulit dengan baik, dan nikmati manfaat eksfoliasi yang optimal.